SENI BERBICARA
Berbicara mempunyai arti: (a) saling mengkomunikasikan
pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, (b) mewujudkan kemampuan bahasa
menerima dan bahasa mengungkapkan. Dapat
disimpulkan berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi antar pribadi.
Berbicara tak bisa dilakukan sendiri terkecuali pada monolog
yang merupakan bentuk tanya jawab antara pikiran dan perasaan yang saling
mempertimbangkan.Saat berbicara satu pihak menjadi pembicara dan pihak lain
sebagai pendengar.
Karena berbicara adalah modal dalam bergaul. dalam kehidupan kita perlu menguasai seni berbicara
yang efektif dan lebih utama berbicara secara sehat. Hal - hal yang penting dalam berbicara agar efektif dan
sehat adalah :
a.
Pengetahuan
mengenai tata bahasa dan kosa kata bahasa
Jika kita orang Jawa ,atau Sunda
atau suku lain, maka kita harus menguasai kosa kata yang memadai dengan
mempelajarai dari buku atau melalui pergaulan langsung. Ingat, beberapa bahasa
memiliki derajat bahasa.Ada lingkup bahasa yang khusus digunakan untuk sebaya, dengan yang lebih tua
dan bahasa yang bernilai kesopanan tinggi atau resmi.
b.
Pengetahuan
mengenai kaidah-kaidah berbicara
Yaitu mengetahui bagaimana memulai
dan mengahiri percakapan, mengetahui topik-topik apa yang mungkin dibicarakan
dalam berbagai tipe peristiwa-bicara, mengetahui bentuk-bentuk sapaan yang
seharusnya dipakai kepada teman kita berbicara dan dalam berbagai situasi);
Kaidah berbicara ini penting
mengingat apabila kita tidak bisa menyesuaikan secara tepat maka akan
menampakkan kejanggalan kepribadian kita.
Secara mendasar kita dibekali
wawasan berbicara di dalam kurikulum mata pelajaran sekolah. Akan tetapi , penerapannya
jelas tergantung dari pemahaman yang terserap oleh kita saja.
c.
Mengetahui
bagaimana cara menggunakan dan memberi respon terhadap berbagai tipe
tindak-tutur
Contoh tindak tutur adalah seperti
meminta, memohon, meminta maaf, mengucapkan terima kasih, dan mengundang orang,
memberi selamat, menolak atau menerima, bertelepon, penyambutan , menyampaikan
pesan dan semacamnya yang dilandasi dengan penghormatan dan kesantunan antar
pribadi dalam rangka pembicaraan yang tepat sasaran dan tidak berakibat buruk
sangka, atau salah faham.
d. Mengetahui bagaimana cara
menggunakan bahasa secara tepat dan memuaskan.
Berbicara tepat dan memuaskan artinya berbicara dengan etika
atau menggunakan asas kesantunan dan kesesuaian informasi.
Berbicara secara tepat meliputi ketepatan waktu, ketepatan
bahasa yang dipilih, ketepatan orang yang diajak bicara dan ketepatan
informasi.
Berbicara adalah hak bagi semua pribadi. Pembicaraan
seseorang menunjukkan kepribadian yang meliputi sikap dan wawasan dari si pembicara tersebut. Pembicaraan dapat
mengakibatkan hal yang baik selama yang dimunculkan adalah pembicaraan yang
saling penuh penghormatan.Akan tetapi dapat berakibat buruk jika pembicaraan
diliputi ungkapan yang tidak membahas
persoalan tetapi ungkapan bahasa yang merendahkan, menyudutkan,
menyalahkan, dan menjatuhkan harga diri
lawan bicara. Hasil dari pembicaraan adalah suatu sikap emosional yang dapat
mewujud menjadi peretikaian dan atau perkelahian.
Maka berbicara sebagai sebuah seni, bisa diupayakan menjadi
suatu kegiatan positif dalam rangka pertukaran informasi atau komunikasai,
dapat pula menjadi biang malapetaka yaitu timbulnya pertentangan yang seringnya
berakibat tidak baik.
Membicarakan pertentangan dalam pembicaraan, ada pola bicar yang disebut diskusi yang
bertujuan mempertemukan suatu pendapat yang bertentangan sehingga tercapai
dialektika atau penyesuaian pendapat.Apabila dialektika tidak terwujud maka
perbedaan pemikiran menjadi sesuatu yang saling dihormati keberadaannya.
Semoga bermanfaat,
Referensi : http://ilmus3mesta.blogspot.com/2012/03/fungsi-dan-pemakaian-bahasa-menurut.html
Komentar
Posting Komentar