The Power of Praise
( THE
POWER OF PRAISE
)
KEKUATAN
PUJIAN
Pujian adalah
menyatakan sesuatu yang positif tentang seseorang, dengan tulus dan sejujurnya.
Pujian itu adalah sesuatu ucapan yang membuat orang yang mendengarnya merasa
tersanjung, sehingga dapat juga memberikan motivasi kepada orang yang di puji.
Pujian itu penting sekali, guna untuk menunjukan betapa kita benar-benar
menyukai apa yang di katakan, di lakukan, atau dicapai oleh seseorang. Pujian
membuat orang menjadi lebih baik. Dan, kemampuan memuji adalah skill yang
sangat berguna untuk dikuasai. Orang yang sering dipuji cepat atau lambat akan
belajar untuk memuji orang lain juga. Kalau kita sering saling memuji, kita
akan lebih bahagia. Dan, kalau kita menjadi orang yang lebih bahagia,
kebahagiaan akan cepat menyebar seperti virus, dan akan menjadikan dunia tempat
yang lebih bahagia untuk dihuni. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Pujian)
Saya belajar banyak dari pengalaman hidup.Saat saya masih
kecil, hidup dalam keterbatasan.Keluarga yang berjumlah besar, mengimbaskan
keprihatinan hidup dikarenakan dari 11 anggota keluarga, sumber penghasilan
berasal dari satu orang yaitu ayah.
Penghasilan sedikit tentu menjadikan saya hidup tanpa
fasilitas yang memadai. Sekolah dengan baju yang lusuh, sepatu loak (beli
bekas), ditambah menu makanan sehari hari yang jauh dari mencukupi keseimbangan
gizi.
Ibu saya adalah seorang jebolan SD kelas 3. Karena kapasitas
keilmuan yang rendah ibu saya tak cukup paham pola pendidikan anak yang baik.
Dari sekian yang pernah diajarkan beliau satu yang sangat mengesan dalam diri
saya dari sosok Ibu. Dia suka sekali memuji bahwa saya cantik. Faktanya saya
tidak secantik yang dipuji – pujikan beliau. Saya sering ikut kemana – mana ibu
pergi saat kecil.Saat bertemu teman teman beliau orang orang memuji hal serupa
bahwa saya cantik.berdasar referensi pujian dari orang – orang sekitar, saya menjadi
sangat yakin bahwa saya cantik. Apapun keadaan saya, pakaian yang saya kenakan
sekuno apapun, seaneh apapun saya tetap menganggap bahwa saya cantik.sungguh
suatu perasaan positif yang begitu membantu saya mengatasi kehidupan yang tidak
benar benar membuat saya percaya diri.
Karena saya adalah anak ke 3 dari 10 bersaudara, saya masih
mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua sebelum adik –
adik saya lahir. Ayah saya yang merupakan seorang guru Madrasah, masih sempat
mendongeng untuk saya, mengajari menyanyi dan memperhatikan perkembangan saya
dengan sebatas kemampuan beliau. Karena saat sekolah saya mendapat nilai yang
bagus, ayah memuji dan member hadiah.
Hadiah yang sangat sederhana yaitu dibelikan semangkuk bakso di pasar yang
merupakan rekreasi yang hebat bagi saya kala itu. Ayah memberi tantangan bahwa selama saya mempertahankan
prestasi sekolah, saya akan mendapatkan hadiah serupa atau yang lain.sungguh
perasaan yang positif kembali tumbuh dan saya mengecap diri bahwa saya anak
pintar.
Atas dorongan dan pujian ayah, saya tambah semangat belajar
. semenjak SD sehingga SMA saya berusaha dan bisa menoreh prestasi akademis dan
non akademis. Pujian menjadi hal biasa yang saya terima baik dari teman, guru
dan keluarga. Perasaan yang positif kembali
menjadi penolong bagi saya melewati masa remaja yang tidak mudah. Segala
kesulitan hidup, masalah – masalah dapat terlipur oleh pujian yang saya panen
dari usaha – usaha saya dalam berbagai hal.
Dalam rangka menjadi siswa yang berprestasai, maka saya terjun ke dunia organisasi baik
intra maupun ekstra sekolah. Saya menjadi pengurus , menjadi senior dan menjadi tokoh bagi remaja waktu itu. Elu elu
dan pujian ditambah popularitas menjadi sumber kepuasan tersendiri. Di sisi lain,
saya harus melewati masa – masa yang sangat berat dan sulit. Tapi, perasaan
positif dari penghargaan non materi dan kecintaan akan orang – orang kepada
saya , berikut sanjungan – sanjungan atas apa yang saya lakukan dalam banyak
hal membuat semacam ekstasi atau penenang yang membuat saya bisa menghadapi
hidup dengan positif.
Belakangan saya tahu bahwa pujian pada taraf tertentu
membuat kita berpuas diri dan merasa bisa padahal diluar sana banyak yang jauh
melampaui dari apa yang kita bisa atau miliki. Berhadapan dengan kenyataan
dimasa dewasa, saya mendapat kesadaran bhwa anggapan tentang diri saya tak
selalu benar.Pujian yang menjadi dorongan
bagi saya saat kecil dan remaja ,
tidak dapat saya andalkan di masa dewasa, karena yang diperlukan adalah
kompetensi nyata dan karya – karya yang sesungguhnya.
Dari situlah, saya menempatkan pujian sebagai sesuatu
yang bukan hal utama. Selain itu, saya
sadar bahwa pujian bukanlah tujuan. Akan tetapi, pujian telah lama menjadi
penolong bagi mental saya dalam melewati kehidupan yang tidak mudah ( tidak
perlu saya detailkan disini ). Sadar atau tidak , itulah yang telah menjadikan
saya seorang yang percaya diri ditengah penampilan yang lusuh dan minimnya
fasilitas yang saya miliki.
Rasa percaya diri yang sangat
membantu saya dalam menghadapi banyak persoalan hidup. bermula dari pujian.
Perasaan bahagia yang dihasilkan dari apa yang saya raih , berasal dari pujian
. Namun, beberapa orang menggunakan pujian untuk memanfaatkan, basa – basi ataupun menjilat. Dalam hal ini kita tinggal
mencerdasinya saja.
Pada saat ini saya menjadi seorang pendidik, pada saat
seorang siswa yang rendah minat belajarnya, bandel, superaktif dan cenderung
lamban terbukti dapat terpancing dengan sebuah pujian. Saya mendapatkan siswa yang berkesulitan
belajar yang ternyata bisa tertolong juga dengan pendekatan pujian. Menangani anak yang penentang dalam belajar ,
kemudian menjadi pandai itu juga melalui pendekatan pujian. Menghadapi anak
yang melanggar , cenderung bertindak criminal sebagai pengalih untuk memasuki
bimbingannya juga melewati sentuhan pujian.
Membimbing rekan sejawat dalam bekerja agar lebih mumpuni juga diawali
dengan pujian. Lelah kerja seharian menjadi hilang ketika mendapat pujian dari
hasil yang baik. Pujian menjadi reward atau hadiah non materi yang murah. Kesimpulannya
pujian adalah suatu virus positif yang dapat menghasilkan kebaikan secara
proporsional tentunya.
Disisi lain, saya dapatkan seorang anak (tidak perlu saya
sebut nama) yang jarang atau nyaris tidak pernah dipuji oleh sang Ibu mengenai
apa – apa yang telah dia perbantukan, upayakan dan berikan. Dia begitu giat
berusaha untuk memperoleh penghargaan yang sangat remeh ini berupa pengakuan
dan pujian yang membuatnya merasa berharga dan berarti.
Maka, imbas dalam kehidupan si anak tersebut menampakkan
perilaku yang penuh kemarahan dan tidak puas diri. Terungkap dari mulutnya
bahwa dia merasa tidak berharga dan berarti dimata sang ibu, sepanjang waktu
hatinya merasa nelangsa hanya karena ibunya tak pernah kunjung memuji apa yang
sudah diupayakannya untuk sang ibu. Justru yang didapat adalah kritik untuk
lebih sempurna lagi. Pengakuan sang anak terlontar bahwa dia tidak percaya diri
akibat hal ini lebih dalam lagi dia menjadi tidak bahagia karena ini.
Alasan seseorang tak
mau memuji, adalah kekhawatiran bahwa seseorang menjadi terhambat kemajuannya
karena sudah merasa nyaman dan cukup
sehingga berhenti berusaha lebih baik. Jika kata – kata pujian terkesan
menjilat atau ‘lebay” boleh diganti dengan ucapan penghargaan lain misal “
terimakasih, atas bantuannya. Ungkapan terimakasih tidak menampakan berlebihan tapi menunjukkan penghargaan atas
pengorbanan atau perbuatan seseorang, meski masih terasa kaku
dan kurang hangat.
Belajar dari berbagai pengalaman saya simpulkan bahwa pujian
itu sangat bermanfaat dalam kehidupan dan kebahagiaan manusia. Memuji orang
lain berarti membukakan kesadaran kepada orang yang kita puji akan nikmat Tuhan
sekaligus memberikan umpan balik dari
suatu keberhasilan agar terus dipertahankan . selain daripada itu, memuji diri
sendiri sesekali dibenarkan jika untuk
tujuan syukur dan memotivasi diri dan orang lain. http://kawansejati.ee.itb.ac.id/a-03-segala-puji-bagi-tuhan-pentadbir-alam#PEMBAHAGIANPUJIAN
Pujian menjadi penawar kepahitan pengalaman. Pujian itu memotifasi. Pujian itu
bisa menjadi energy untuk berupaya terus dan mengobati keminderan. Pada
akhirnya sentuhan pujian menjadikan kebahagiaan bagi penerimanya disadari atau
tidak, diakui atau tidak. Jika tak percaya cobalah dan rasakan…
Wallohua’lam bisshawab
Komentar
Posting Komentar