TIPS MENGAJAR
CARA MENULIS PADA ANAK – ANAK
Oleh :
Erna Nur’aini S.Psi
Tutor les
baca
SANGGAR
BELAJAR BINA PUTERA
Melatih menulis pada anak – anak harus dilakukan seiring
dengan mengajarinya membaca. Jika tidak, maka anak hanya bias menjiplak, menggurat
tanpa mencapai kemampuan menulis yang sebenarnya yaitu menuliskan suatu bacaan
dalam suatu dikte yang berarti
memvisualisasikan suatu bacaan verbal/lisan.
Berikut tips
praktis dalam melatih menulis pada anak – anak.
1. MENJIPLAK GARIS / BENTUK LAIN
Sebelum menulis anak usia dini
dikenalkan bentuk garis lurus
,garis miring dan lengkung yang berhubungan dengan bentuk - bentuk huruf yang
selanjutnya akan dilatihkan kepada anak. Buatlah garis atau lengkung secara
samar atau gunakan titik – titik , lalu mintalah anak menebalkannya . Jika
sudah terbiasa mintalah dia membuat sendiri tanpa pancingan garis samar atau
titik – titik. Anda bisa memberikan narasi pada suatu gerak anak dalam
menggurat bentuk misalnya “ creeeeeet atau syuuuut “ sehingga anak merasa bahwa
itu adalah suatu permainan yang menyenangkan. Jangan lupa berilah cerita yang
menarik sambil mengaitkan dengan kegiatan belajar menulis ini.Selingi kata –
kata dorongan untuk belajar sambil bermain. Misalnya : “ ayo Abi pintar mau
menyerang penjahat…thiuuuung “ atau ayo anak pintar ….mau tembak kumaaan
syuuuuut” atau “ ayooo….kembang apinya
mau naik….creeet “ dan sebagainya.
2. MEWARNAI HURUF
Karena anak – anak sangat suka dengan gambar atau boneka anda bisa
gunakan gambar sebagai peraga. Buatlah huruf – huruf tertentu yang akan secara
fokus akan dilatihkan pada pembelajaran saat itu, gunakan bentuk 2 dimensi
.Huruf tersebut boleh anda tulis dan tempelkan ditengah perut gambar /boneka
kelinci yang anda buat. Lalu mintalah anak mewarnai huruf – huruf yang kita
siapkan sambil mengajarkan cara membacanya. Anda akan mengajarkan menulis huruf
S anda bisa mengungkapkannya Misalnya “ ayo Adhe Pintar dah kenalan belum sama
teman baru ini?….ini namanya “ es” wah
bentuknya kaya ular sedang jogeet ya?...nah ayoo kita beri warna…warna apa
ya?...ya…kamu boleh beri warna “es “ sesukamu….eh….siapa tadi namanya dhe….”es”…………….waduh
bu guru lupa siapa tadi nama kelinci ini ya?…es…
3. MEMBUAT UNGKAPAN KHUSUS
JANGAN BERHENTI KREATIF. Anda bisa menghubungkan cara menulis huruf
dengan ungkapan yang khusus contoh :
jambul kepala……a
orang kurus perutnya gendut……….b
mulut melongo…..c
pantat gendut orangnya kurus……d
Anak pada umumnya akan dengan mudah mengingat huruf dan cara penulisannya dengan hal ini.
4. BERMAIN JARI
Sediakan sebuah huruf yang ditulis dengan ukuran besar pada sebuah kertas
Tulis dengan menggunakan spidol besar atau krayon agar tampak jelas.lalu,tuntun
jari anak untuk mengikuti arah penulisan
secara benar dengan memegang telunjuk anak dan igerakkan mengikuti arah
penulisan huruf.lakukan berulang ulang
kemudian mintalah anak melakukannya sendiri. Jika anak belum bisa bimbing
kembali.jika sudah bisa berilah pujian dan rayakan dengan tepukan. Penghargaan
dan kegembiraan membuat anak bersemangat belajar.
5. MENULIS DENGAN KRAYON ATAU ALAT TULIS
NON PENSIL
Anak usia dini masih kesulitan memegang pensil, maka alat tulis apapun
bisa dijadikan alternative. Anda bisa menggunakan krayon, spidol besar/kecil
atau kapur warna yang mudah dipegang anak. Warna warni sangat membantu anak menjadi
antusias belajar. Misalnya anak diminta menulis “ a “ dengan huruf merah sebanyak 10 buah dan “ b “
dengan warna hijau sebanyak 10 buah dan seterusnya.
6. MENULIS DENGAN PENSIL MENGIKUTI JALUR
TITIK – TITIK
Setelah terbiasa dengan alat yang
mudah dipegang, anak mulai dikenalkan
memegang pensil dan tidak perlu terlalu banyak penjelasan . Bebaskan anak untuk
menemukan cara memegang pensil yang
nyaman saat menulis agar tidak takut dan stress. Buatlah huruf tertentu dengan titik titik sebagai
alur penulisan anak. Sambil diiringi
cerita , asosiasikan pensil dengan
sebuah kereta yang sedang hendak berjalan mengikuti alutr titik – titik sebuah
pola huruf tertentu .saat pensil mulai digurat seolah bunyi mobil atau kereta
yang sedang tancap gas dan saat berhenti seolah sedang mengerem. Buatlah suara
tancap gas dan mengerem oleh anda saat anak menulis. Bermain pura – pura sangat
disukai anak sesuai dengan pola perkembangan mental anak yang penuh dengan
khayalan. Jika anak belum bisa menjalankan
pensil dengan sesuai alur penulisan
maka anda bisa memegangi tangan anak dan
menggerakkannya. Ulangi beberapa kali lalu biarkan anak melakukannya sendiri.
7. MENULIS DENGAN BINGKAI
Anak usia dini kebanyakan belum bisa mengatur ruang tulisan atau tertata , maka untuk memudahkan penataan
tulisan anak buatlah kotak atau lingkaran yang menjadi batas dimana anak harus
menulis . Kotak atau lingkaran ini
bisa berukuran besar lalu semakin
mengecil agar anak beradaptasi dengan ukuran huruf yang pada umumnya berukuran
kecil .
8. MENULIS DENGAN BATAS GARIS
Setelah anak terbiasa dengan gerak tulis dan menulis dalam bingkai ,
saatnya meningkatkan ke menulis dengan batas garis seperti tulisan pada buku
tulis pada umumnya.Pada awalnya anak akan sulit memahami aturan penulisan
dengan garis maka anda bisa tanamkan lewat suatu nyanyian yang bisa anda karang
sendiri .contohnya :
Ini pagar itu pagar
Nulisnya ditengah tengah
jangan sampai nabrak pagar
Nanti kamu kejedot
__________________________
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
tapi, beberapa huruf harus menabrak pagar contohnya g, j, p,q dan y
lagu yang kocak sangat membuat
anak riang dan tak bosan belajar menulis.
9. MENULIS SECARA BERULANG
Kunci hafal menulis adalah ripitasi atau pengulangan. Berilah satu contoh
tulisan yang anda buat lalu anak menirukan berulang sebanyak yang diperlukan
.Jika anak belum tahu memulainya sendiri tuntunlah tangan anak dalam menulis
huruf yang pertama , lalu biarkan selanjutnya dilakukan sendiri.
10. MENULIS DIKTE
Kunci menulis dikte adalah seiring dengan kemampuan baca. Dengan pendekatan komponen huruf maka anda
bisa mengajarkan pada anak membaca terlebih dahulu contoh bacaan ma terdiri
dari “em” dan “a” maka jika kita diktekan “ ma “ anak akan ingat dua
komponen huruf yang dibaca “e m”
dan “ a ”
Anda bisa kuatkan ingatan anak dengan pancingan syair saat anak
menulis, misalnya :
“ Em diberi a dibaca ma “
Semoga bermanfaat
Banjarnegara, 11 Juni 2013
Komentar
Posting Komentar